Sustainable Fashion, Salah Satu Solusi dari Destruktifnya Fast Fashion

Pakaian merupakan salah satu dari tiga kebutuhan pokok atau primer manusia, yaitu sandang, pangan, dan papan. Sebagai seorang konsumen, kita tentunya lebih memilih untuk membeli pakaian dengan harga yang terjangkau, trendy, serta nyaman untuk dipakai. Tanpa kita sadari, merek pakaian terkenal yang biasa kita temui di pusat perbelanjaan dan e-commerce atau online shop favorit kita bisa saja termasuk ke dalam industri fast fashion. Didasari dengan tujuan untuk memproduksi dan menjual pakaian dengan model terbaru dalam jumlah besar secepat mungkin, fast fashion dinilai kurang memperhatikan kualitas hidup para pekerjanya dan dampak buruk pada lingkungan yang ditimbulkan.

Baca Juga :
Jual Saldo Paypal
Jual Beli Saldo Paypal
Saldo Paypal Terpercaya

Apa itu Fast Fashion dan Mengapa Kita Harus Menghindarinya?

Seperti yang sudah dipaparkan diatas, fast fashion adalah industri fesyen yang berfokus dalam memproduksi pakaian dan fashion item lainnya dalam jumlah yang besar namun dalam waktu yang singkat. Oleh karena itu, biasanya toko-toko pakaian fast fashion sangat cepat dalam mengikuti tren pasar dan minat konsumen. Selain dalam waktu yang singkat, industri fast fashion juga memiliki production cost yang tergolong rendah agar harga jual produk juga dapat terjangkau bagi konsumen.

Dampak Fast Fashion terhadap Lingkungan

Akibatnya, demi memiliki biaya produksi yang rendah, industri fast fashion menurunkan kualitas produksi dengan menggunakan material murah yang dapat mencemari lingkungan, contohnya yaitu polyester. Saat bahan polyester dicuci, maka akan menghasilkan limbah plastik-plastik kecil yang disebut mikroplastik. Menurut data dari IUCN mengenai mikroplastik di lautan, limbah dari pencucian pakaian menyumbang sebanyak 35% mikroplastik di lautan. Selain limbah di lautan, pabrik-pabrik industri fast fashion juga menghasilkan gas karbon dioksida yang dapat merusak iklim bumi yang ditandai dengan suhu bumi memanas, serta perubahan cuaca ekstrim.

Baca juga :
Jasa Pbn Premium
Jasa Pbn Berkualitas
Jasa Pbn

Dampak Fast Fashion terhadap Para Pekerjanya

Tidak hanya berdampak buruk pada lingkungan, industri fast fashion menekan biaya produksi mereka dengan memberi gaji rendah pada buruh pabrik terlepas dari jam kerja mereka yang sangat panjang. Oxfam, pada tahun 2019 melakukan wawancara kepada 472 pekerja di Bangladesh dan Vietnam, didapatkan hasil bahwa 9 dari 10 pekerja di Bangladesh tidak mampu membeli makanan untuk dirinya dan keluarganya, sehingga mereka terbiasa menahan lapar, atau berhutang. Tak jarang juga ditemui perusahaan yang mempekerjakan anak di bawah umur. Pada tahun 2020, UNICEF mengemukakan bahwa terdapat lebih dari 100 juta anak di dunia yang terkena dampak dari fashion industry dikarenakan oleh rendahnya gaji yang diberikan, panjangnya jam kerja, serta keterbatasan akses terhadap jaminan keselamatan dan kesehatan.

Perilaku Konsumtif Masyarakat Indonesia

Seiring berjalannya waktu, kecanggihan teknologi serta fenomena globalisasi, kini masyarakat Indonesia kebanyakan sudah terbiasa melakukan pembelian secara online melalui gadget masing-masing. Didapat dari Statista Digital Markets Outlook, terdapat 158,7 juta orang yang berbelanja melalui internet dengan estimasi nilai transaksi selama satu tahun di bidang fashion sebanyak 9,30 miliar USD atau 137 triliun Rupiah. Perilaku konsumtif masyarakat inilah yang berperan besar dalam perkembangan fast fashion. Harga pakaian yang murah, didukung oleh tren-tren fashion baru yang terus berganti dalam waktu singkat, serta mudahnya melakukan transaksi melalui gadget, membuat masyarakat terus menerus membeli pakaian baru. Lantas bagaimana cara kita untuk mengurangi dampak fast fashion?

Apa itu Sustainable Fashion dan Bagaimana penerapannya?

Seperti namanya, sustainable fashion atau fesyen berkelanjutan adalah penerapan prinsip berkelanjutan ke dalam bidang fesyen, baik gaya hidup maupun industri fesyen. Prinsip berkelanjutan berfokus pada menjaga agar harmoni ekologi tetap berjalan seimbang serta mengurangi dampak buruk yang disebabkan oleh suatu sistem dengan mengedepankan nilai-nilai dari berbagai pihak yang terlibat di dalamnya, khususnya lingkungan dan kemanusiaan. Sebagai seorang konsumen, kita harus sudah mulai menerapkan gaya hidup fesyen berkelanjutan demi menghindari dampak-dampak buruk dari fast fashion bagi lingkungan dan kemanusiaan. Lantas seperti apa contoh implementasi dari sustainable fashion yang dapat kita lakukan?

Hindari pakaian dengan bahan sintetis

Bahan pakaian alami seperti katun tidak akan menghasilkan mikroplastik saat dicuci, sehingga tidak akan mencemari sungai atau lautan.

Leave a Reply

Your email address will not be published.